Cara Menyebarkan Kreativitas Pada Anak

Secara lazim pemahaman Kretivitas yakni sebuah karunia dari yang maha pencipta pada makhlu CARA MENGEMBANGKAN KREATIVITAS PADA ANAK
Secara lazim pemahaman Kretivitas yakni sebuah karunia dari yang maha pencipta pada makhluk cendekia yang namanya manusia. Berbagai wangsit inovatif akan mucul manakala insan mulai menggunakan nalar budinya untuk menyanggupi aneka macam keperluan dan kehendak dalam hidupnya, sehingga insan yang inovatif tidak pernah berhenti berpikir dan berpikir, senantiasa saja ada ide-ide yang lahir dari benak setiap kali melihat, mendengar atau mencicipi sesuatu yang mereka alami. Berikut persepsi beberapa luar biasa mengenai kreativitas yakni :

  1. Menurut Santrock, kreativitas yakni kesanggupan untuk menimbang-nimbang sesuatu dengan cara-cara yang gres dan tidak biasa serta melahirkan sebuah penyelesaian yang unik kepada masalah-masalah yang dihadapi.
  2. Mayesty menyatakan bahwa kreativitas : cara perpikir dan bertindak atau bikin sesuatu yang original dan bernilai atau memiliki fungsi bagi diri sendiri dan orang lain.
  3. Angelou beropini bahwa kreativitas ditandai dengan adanya kesanggupan untuk menciptakan, mengadakan, mendapatkan sebuah bentuk gres atau ntuk menciptakan sesuatu lewat keahlian imajinatif.
  4. Munandar yang mengutif pada Gallagher menyatakan bahwa kreativitas bermitra dengan kesanggupan untuk bikin sesuatu yang gres yang belum ada sebelumnya.
  5. Moustakes menyatakan bahwa kreativitas bermitra dengan pengalaman mengekspresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam kekerabatan dengan diri sendiri dengan alam dan orang lain
  6. Semiawan dalam Munandar beropini bahwa kreativitas ialah kesanggupan dalam pemecahan duduk problem kreativitas kesanggupan untuk menimbang-nimbang sesuatu dengan cara-cara yang  baru dan tidak biasa serta melahirkan sebuah penyelesaian yang unik kepada masalah-masalah yang dihadapi. 

Karakteristik dari sebuah bentuk kreativitas terlihat dalam proses berpikir di saat seseorang memecahkan duduk problem yang bermitra dengan :

  1. Kelancaran (fluency) berupa kesanggupan dalam menampilkan balasan / mengemukakan anjuran atau ide-ide.
  2. Kelenturan (flexiblity) berupa kesanggupan untuk mengemukakan aneka macam alternatif dalam memecahkan masalah.
  3. Keaslian (originality) berupa kesanggupan untuk menciptakan aneka macam wangsit atau hasil karya fatwa sendiri.
  4. Memperinci (Elaborasi) berupa kesanggupan untuk memperluas wangsit dan aspek-aspek yang mungkin tidak terpikirkan atau terlihat orang lain.

Kreativitas memiliki ciri-ciri non aptitude seumpama rasa ingin tahu, bahagia bertanya bersifat imajinatif tertantang atau berani mengambil resiko, perilaku menghargai, yakin diri, terbuka dan senantiasa ingin mencari pengalaman-pengalaman baru, kreativitas bermitra dengan proses berpikir yang dilaksanakan oleh seseorang berkemampuan berpikir menyebar (divergent thinking) bukan menyempit (Convergent Thingking).

Mayesty mengemukakan 8 cara untuk menolong anak dalam mengekspresikan kreativitas mereka dengan baik yakni :
1. Membantu anak mendapatkan perubahan 
2. Membantu menyadari bahwa beberapa duduk problem tidak mudah dipecahkan
3. Membantu untuk mengerti aneka macam duduk problem memiliki solusi
4. Membantu menafsirkan dan mendapatkan perasaannya.
5. Memberi perhargaan 
6. Menghargai perbedaan dalam dirinya
7. Memberikan rasa tenteram dalam mengerjakan aktivitas kreativ, dan 
8. Membantu membangun keteguhan dalam dirinya.

Rhodes dalam Munandar menerangkan bahwa pengembangan kreativitas pada diri seseorang sanggup dilaksanakan lewat pendekatan 4 P yakni Person (pribadi) ialah tindakan inovatif timbul dari seluruh keunikan kepribadian, process (proses); ialah tindakan inovatif dimulai dari tahap persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi, Press (dorongan) serta Product (hasil akhir).

Rangkuman Bahan Kuliah Paud ku!!

Sumber Gambar : www.pinterest.com

Post a Comment

0 Comments